Konsep Ekonomi Teknik dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Mesin PKS

Beberapa waktu yang lalu kami dihadapkan pada sebuah pengambilan keputusan pembelian genset yang cukup dilematis. Saya akan menjabarkan persoalan itu dalam bentuk yang disederhanakan agar mudah di pahami. Saat itu ada dua supplier yang menawarkan gensetnya, anggap supplier A dan supplier B. Keduanya memiliki spesifikasi yang sama. Suppiler A menawarkan harga Rp.150.000.000 per unit dengan panjar Rp.5.000.000 dengan catatan panjar tidak dikembalikan apabila pembelian dibatalkan. Perusahaan telah membayar panjar kepada supplier A dan genset akan diserahkan seminggu setelah pembayaran panjar. Sebelum penyerahan genset oleh supplier A, supplier B menawarkan mesin yang sama dengan harga tunai Rp.144.000.000 dan generator dapat segera diserahkan setelah dibayar.

Di sinilah letak dilematisnya. Sepintas lalu kelihatan pembelian dari supplier A dibatalkan saja dengan alasan pengeluaran akan dapat dihemat Rp.1.000.000, yaitu :

Rp.150.000.000 – (Rp.144.000.000 + Rp.5.000.000) = Rp.1.000.000.

Saya ulang-ulang kembali tentang pelajar Ekomoni Teknik semasa masih kuliah dulu. Saya ingat ada sebuah istilah dalam pengambilan keputusan secara ekomoni teknik yaitu sunk cost. Sunk cost ialah pengeluaran di masa lalu yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan saat ini serta dikombinasikan dengan analisis inkremental, yaitu analisis hanya menilai pertambahan laba yang diakibatkan pertambahan investasi.

Kita anggap nilai pajak atas laba sebesar 30% dari laba kotor. Umur mesin 5 tahun, MARR 15% p.a. Harga akhir Rp.1 dan MARR 15% p.a. Maka perhitungan menurut analisis ekomoni teknik dapat dijelaskan sebagai berikut.

Apabila pembelian diteruskan dari supplier A (alternatif A) maka depresiasi untuk pembayaran pajak dengan menggunakan metode garis lurus adalah : Rp.150.000.000/5 tahun = Rp.30.000.000/tahun.

Apabila dibeli dari supplier B (alternatif B) maka panjar Rp.5.000.000 yang diberikan kepada supplier A tidak dapat dimasukkan dalam kwitansi pembelian dan ini merupakan sunk cost, sehingga depresiasinya adalah :

Rp.144.000.000/5 tahun = Rp.28.800.000/tahun.

Selisih biaya produksi untuk perhitungan pajak atas laba antara alternatif A dan alternatif B adalah :

Rp.30.000.000 – Rp.28.800.000 = Rp.1.200.000,

sehingga selisih pajak yang dibayarkan antara alternatif A dan alternatif B adalah :

30% x Rp.1.200.000 = Rp.360.000.

Gambaran di atas dapat diringkaskan sebagai berikut. Apabila dipilih alternatif A berarti membayar Rp.1.000.000 lebih mahal tetapi memberikan pengurangan pajak Rp.360.000/tahun selama 5 tahun. Selanjutnya dicari IRR inkremental.

(A/P,i,5) = Rp.360.000/Rp.1.000.000 = 0,3600

Dari tabel bunga diperoleh :

(A/P,23%,5) = 0,3567 dan (A/P,24%,5) = 0,3642.

Dengan interpolasi diperoleh IRR = 23,1% > MARR

Kesimpulan secara ekonomi teknik :  teruskan alternatif dari supplier A

Kesimpulan secara “atasan-bawahan” : hentikan alternatif dari supplier A, pilih dari supplier B.

Bagaimana menurut Anda?

Reputation to Suhaimi Simatupang (Dosen Teknik Industri USU)

5 Responses to Konsep Ekonomi Teknik dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Mesin PKS

  1. yanto mengatakan:

    Wow keren postingannya mas. Selama ini gw sering dengar dari org2 yg udh pd kerja, ga perlu ilmu kuliahan di kerjaan. Ternyata tulisan mas ini ngebuktikan kalo tdk selamanya yg kita pelajarin itu ga kepake di kerjaan. Itu semua tergantung dari cara kita memandang masalah.

  2. Adhi winadyo mengatakan:

    Mantap kali Posting kawan ini…
    Aku copaz ya Ting..
    Salam buat kawan yang di Utara sana..😀

  3. iRis mengatakan:

    Adhi winadyo :

    Mantap kali Posting kawan ini…
    Aku copaz ya Ting..
    Salam buat kawan yang di Utara sana..
    :D

    Sesama anak teknik industri tidak boleh saling mendahului. Hehehe…. Monggro bro Adhi. Salam balik dari Rudianto (familinya sitorus).

    Hal-hal yang seperti ini jarang ditanggapi di kebun (tau sendiri kan Bro). Jadi aku pikir lebih baik diposting diblog daripada ide kita malah ditertawakan.

  4. mhudori mengatakan:

    Ini yang namanya kerja cerdas……:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: