Perhitungan Sisa Shell yang tidak Terbakar di Boiler

Pabrik kelapa sawit merupakan pabrik mandiri di mana daya yang diperlukan untuk operasional pabrik diperoleh dengan mengkonversi energi dari produk sampingan PKS sendiri menjadi energi listrik.  Produk sampingan yang dimaskud adalah fibre press dan shell yang dijadikan bahan bakar pada pembangkit uap (steam generator). Steam generator atau yang umum disebut boiler menghasilkan steam bertekanan yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin. Turbin yang dikopel dengan alternator menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan operasiona pabrik dan di luar pabrik, misalnya penerangan jalan, perumahan, dll. Jadi selama pabrik beroperasi, tidak dibutuhkan supplai listrik dari pihak luar seperti PLN atau generator diesel.

Penggunaan fibre press dan shell sebagai bahan bakar untuk boiler sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan steam hingga tekanan yang diperlukan oleh turbin. Bahkan penggunaannya bisa dihemat sehingga shell masih tersisa. Berikut teorinya.

  • Untuk membangkitkan 1 kg air pada 30 deg C menjadi steam diperlukan panas sebanyak 912 kcal
  • Kebutuhan listrik per ton FFB yang diolah adalah 20 kW
  • Kebututuhan steam per ton FFB yang diolah adalah 0,7 ton steam

Energi yang diperoleh dari pembakaran produk sampingan PKS :

Fibre press (14% to FFB) dengan kandungan basah 40%

  • CV = 4586 kcal/kg dalam keadaan kering
  • Total CV = kapasitas pabrik x 14% x 60% x 4586

Shell (6% to FFB) dengan kandungan basah 10%

  • CV = 5122 kcal/kg dalam keadaan kering
  • Total CV = kapasitas pabrik x 6% x 90% x 5122

Steam dihasilkan dari proses konversi energi dalam boiler dengan bahan bakar fibre press dan shell. Kita ambil contoh untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton FFB/jam.

Steam yang dihasilkan dengan pembakaran 100% fibre

 

 

Penggunaan shell

Kebututahan steam untuk PKS 60 ton FFB/jam adalah 60 x 0,7 = 42 ton steam/jam. Berarti dibutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan 16 ton steam/jam (42 ton – 26 ton) lagi.

 

 

Jumlah shell yang tersisa

= shell dari proses – shell yang dibakar = (60000 x 6%) – 3078 = 522 kg/jam

Jadi untuk PKS 60 ton FFB/jam, shell dapat dikumpulkan sebanyak 522 kg/jam selama pabrik beroperasi. Jika tidak demikian, berarti PKS-nya ada masalah.

3 Responses to Perhitungan Sisa Shell yang tidak Terbakar di Boiler

  1. Maksum mengatakan:

    bisa mintak referensi daftar pustakanya pak..
    butuh banget..

  2. rinaldi k mengatakan:

    Hampir semua pks tidak bisa memenuhi energi listrik hanya dari bhn bakar sendiri (sehrsnya cukup/sisa) karena pembakaran tidak sempurna di boiler : lihat asap cerobong hitam , padatan sisa pembakaran/clinker banyak , perlakuan korek abu merugikan energi terbuang , tekanan steam turun , vibrasi turbin , interlock genset boros bhn bakar solar. Hal ini wajar karena kadar fixed carbon di fiber maupun shell max.60 % berarti 40 % bukan bahan bakar /impurities ini sebagian tinggal di ruang bakar melting nempel terakumulasi dari waktu ke waktu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: