Processing


Aturan no. 1

“Good quality palm oil is made in the field not in the factory” adalah aturan nomor satu yang harus dipahami dalam proses pengolahan kelapa sawit. Sebaik apapun pengolahan dilakukan di pabrik kelapa sawit, kualitas minyak sawit (baca : asam lemak bebas) tidak bisa ditingkatkan (dengan cara menurunkan asam lemak bebas) dari buah sawit yang masuk ke pabrik. Staff pabrik hanya dapat meminimalkan degradasi kualitas yang terjadi selama pengolahan. Pabrik juga tidak dapat memproduksi minyak lebih dari apa yang terdapat di dalam buah kelapa sawit. Sebenarnya, minyak sawit diproduksi di lapangan, pabrik hanya dapat menekan angka kehilangan minyak selama proses berlangsung.

Proses pengolahan kelapa sawit secara umum merupakan proses termomekanis, tanpa menggunakan bahan-bahan lain, selain apa yang diproduksi oleh pihak lapangan yaitu tandan buah segar. Seorang guru berkata “inti dari pengolahan kelapa sawit hanya dua, yaitu panas dan putaran“. Ini adalah aturan nomor dua. Panas dihasilkan dari konversi energi melalui konduksi, konveksi dan radiasi dari steam yang dihasilkan oleh pembangkit steam; sedangkan putaran dihasilkan dari konversi energi listrik dari turboset, yang juga menggunakan steam sebagai zat kerjanya. Sedangkan steam adalah bentuk lain dari air yang memiliki energi dalam yang tinggi untuk menghasilkan panas dan putaran. Oleh karena itu, air adalah darah bagi tubuh PKS, dan pembangkit uap (boiler) sebagai jantungnya.

Pengolahan Kelapa Sawit Zaman Firaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: