4. Sterilisasi


TBS yang tertimbun di loading ramp kemudian dicurahkan ke dalam lorry. Dengan mekanisme bollard, capstand, dan transfer carry, lorry dapat dipindah-pindah dari satu jalur rail track ke jalur lainnya. Lorry merupakan wadah untuk TBS agar mudah dipindah-pindahkan. Lorry yang telah bermuatan TBS kemudian ditransfer ke dalam sterilizer untuk proses sterilisasi buah.

Proses sterilisasi merupakan peroses penting dalam operasioal PKS. Proses ini merupakan kunci yang menentukan keberhasilan proses selanjutnya. Bahkan, proses ini sering dijadikan kambing hitam (disamping kambing hitam yang lain), kenapa OER turun (padahal kita sudah sepakat kalau pabrik bukan pernghasil minyak!).

Lalu, apa arti penting proses sterilisasi? Ini dia :

  • Melunakkan berondolan agar mudah lepas dari janjangan (menentukan keberhasilan proses pemipilan)
  • Mengeluarkan air dari berondolan untuk mempermudah proses ekstraksi (menentukan keberhasilan proses pengadukan dan pengempaan)
  • Melunakkan mesocarp agar lebih mudah diaduk (menentukan keberhasilan proses pengadukan)
  • Mengurangi air dari biji untuk mempermudah lepasnya kernel dan cangkang (menentukan keberhasilan proses pengutipan kernel)
  • Mengehentikan kenaikan asam lemak bebas (menutupi kesalahan penyedia buah)

Untuk melakukan semua tujuan itu, diperlukan panas yang cukup. Sebenarnya aktivitas enzim yang menaikkan kadar ALB akan berhenti pada temperatur sekitan 60 deg C, tapi untuk tujuan yang lain diperlukan panas yang lebih tinggi. Untuk proses sterilisasi ini energi panas diambil dari steam buangan turbin uap yang ditampung dalam BPV. Steam dialirkan melalui pipa ke dalam tabung sterilizer yang telah berisi lorry-lorry bermuatan TBS. Dan setelah pintu sterilizer ditutup, proses sterilisasipun mulai berlangsung, dengan tahapan sebagai berikut.

  • Deaerasi. Proses ini bertujuan untuk membuang udara yang terperangkap di dalam tabung sterilizer. Udara merupakan penghantar panas yang buruk, sehingga akan menghambat laju perpindahan panas ke buah. Dalam proses deaerasi steam masuk dari inlet valve, exhaust valve tertutup, dan condensate valve terbuka sebagai laluan udara keluar. Waktu yang diperlukan untuk deaerasi berkisar 5 menit.
  • Puncak pertama. Setelah deaerasi, exhaust valve dan condensate valve ditutup dan steam terus diinjeksikan melalui inlet valve. Proses injeksi steam ini berlangsung sekitar 17 menit dan tekanan dalam tabung akan naik sampai 2,5 bar. Ini merupakan proses pemanasan awal. Setelah itu, tekanan kemudian diturunkan tiba-tiba dengan membuka exhaust valve dan condensate valve, sementara inlet valve tertutup. Steam yang berubah menjadi kondensat dan air yang terkadung dalam buah akan keluar dengan perlakuan ini.
  • Puncak kedua. Tahapan ini sama dengan tahapan sebelumnya, tetapi tekanan dalam tabung perlu dinaikkan sampai 2,8 bar dengan waktu yang disesuaikan. Pada akhir puncak kedua ini juga tekanan diturunkan tiba-tiba (efek kejut akan mempermudah lepasnya kernel dari cangkanggnya)
  • Puncak ketiga. Puncak ke tiga adalah proses sterilisasi. Pada proses ini tekanan dalam tabung mencapai 3 bar dan tekanan itu perlu ditahan sekitar 70 menit. Temperatur dalam tabung dapat mencapai 140 deg C. Steam sebagian akan berubah menjadi kondensat dan perlu dibuang melalui condensate valve di sela-sela puncak ke tiga ini. Air yang terkandung dalam buah juga akan dipaksa keluar dan juga perlu di buang melalui valve yang sama. Setelah waktunya tercapai, inlet valve ditutup sementara exhaust dan condensate valve dibuka, tekanan diturunkan lagi sampai 0 bar. Dengan demikian proses sterilisasi selesai. Buah yang keluar dari sterilizer dikatakan buah steril dan siap untuk diperoses di tahapan selanjutnya.

Proses sterilisasi yang demikian dikenal dengan istilah tripple peak operation. Banyak engineer-engineer di PKS menerapkan hal lain misalnya double peak, 4 peak, bahkan 5 peak, tergantung pemahaman dan penilaiannya terhadap kondisi buah. Ini bukanlah standar, hanya sekedar acuan.

Dalam perkembangan selanjutnya, sterilizer konvensional (dalam bentuk vessel) banyak mengalami modifikasi seperti buka tutup pintu menggunakan hidrolik, tabung vertikal, dll. Bahkan belakangan dirilis continous sterilizer yang tidak memerlukan operasional seperti sterilizer konvensional.

9 Responses to 4. Sterilisasi

  1. atika mengatakan:

    bgaimana dengan sistem perpindahan panas dan termodinamika pada perebusan konvensional dan continuous,,
    pd pabrik kelapa sawit…
    trim’s….

    • Risdiyanto Ginting mengatakan:

      Sebenarnya sama saja, hanya pada sistem konvensional berlangsung bulk transfer, sedangkan pada continuous berlangsung secara continue transfer. Disamping itu tekanan pada sistem konvensional lebih tinggi dibanding sistem kontinu sehingga temperaturnya juga lebih tinggi. Itu sebabnya pada sistem kontinu FFB perlu mendapat pretreatment. Untuk analisis termodinamik dan heat transfer, kira-kira apa output yang ingin Anda tentukan? Mana tau saya bisa bantu. Terimakasih.

  2. anton mengatakan:

    Mas Ginting, penjelasannya rapi dan detail sekali, ini tidak saya dapatkan dari buku-buku

    Mas bikin buku aja, ntar saya beli deh…

    Thanks

    • Risdiyanto Ginting mengatakan:

      Mas Ton, makasih ya. Itu saya tulis berdasarkan pengalaman. Sbnrnya ada beberapa yang msh perlu dilengkapi. Mudah2an dlm waktu dekat sudah rampung. Atas sarannya, akan kita buat jg dlm bntk buku. Doakan ya. Sekali lagi terimakasih.

  3. anton mengatakan:

    Untuk proses dari digester sampai purification belum ditulis?

    Oya, sekedar saran, kalo bisa ditambah dengan foto-foto shg pembaca mengetahui proses dan mesin-mesin pengolahan sawit

    Thanks

    • Risdiyanto Ginting mengatakan:

      Materialnya sedang disiapkan. Ntar juga kita tambah foto2nya kok. Makasih atas sarannya ya Ton..

  4. aldian mengatakan:

    terimakasih kepa penulis yg telah menyajikan materi tentang kelapa sawit yg menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tapi tolong di tambahkan keunggulan dan kekurangan secara lebih rinci, agar mempermudah pembaca terutama mahasisswa dalam menambah referensinya…..matur thank you

    • Risdy mengatakan:

      Aldian, terimakasi telah erkunjung ke blog kami. Sebagai informsi, isi blog ini selalu menyesuaika dengan kritik dan saran dari pembaca. Demikian juga dengan saran Anda akan kami pertimbangkan.

  5. ardiansyah mengatakan:

    horizontal sterilizer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: