9. Kontrol Asisten


Penerimaan Buah

  • Memeriksa kematangan FFB
  • Perlakuan sortasi secara terbuka dan fair
  • Menentukan kriteria yang sama dalam perlakuan sortasi
  • Memberi informasi program sortasi FFB kepada pihak penyedia buah
  • Melaporkan hasil sortasi kepada Kepala Pabrik
  • Memberi laporan sortasi kepada Estates secara terbuka dan transparan
  • Merecord secara up to date hasil sortasi, untuk laporan harian, mingguan, bulanan,dan tahunan.

Sterilisasi

  • Memantau pegisian FFB ke dalam lorry
  • Menyeleksi FFB yang diisi ke lorry guna mendapat CPO dengan FFA yang sesuai
  • Memantau steaming time dan cycle time selama proses, memastikan target kapasitas dan oil serta kernel losses akibat USB di bawah target
  • Memantau tekanan steam dari peak 1 sampai 3 dan blow off serta durasi condensate untuk mengetahui kecepatan steam masuk pada program peak to peak, dan condensate tidak tertahan dalam vessel yang dapat mempertinggi losses
  • Pastika FFB transporter depan dan belakang, capstand, bollard, dan winch berada dalam kondisi baik.

Penebah

  • Pantau hasil thresher terhadap SFB yang dipipil dengan pemantauan USB
  • Kontrol penuangan SFB pada unit tippler, sterilisasi FFB, serta kematangan FFB hasil sortasi dengan melihat unripe dan abnormal bunch
  • Periksa loose fruit sebelum loose fruit elevator, apakah ada janjangan yang lolos. Adakan pengecekan dan perbaikan.

Pressing

  • Periksa secara visual press cake yang keluar. Press cake yang baik tampak seperti adanya dust di antara uap yang keluar dari press cake
  • Cek temperatur digester dan dillution water
  • Lihat hasil analisis oil loses sebelumnya, apakah masuk dalam rekomedasi. Bila tidak periksa press cake yang keluar, naikkan/turunkan setting pressure dan ampere, perhatikan isi digester terisi penuh, temperatur digester 90 – 95 deg C, bila kurang tambahkan dengan memutar kerangan steam
  • Perhatika dillution water yang digunakan, ambil sampel DCO dan tes dengan centrifuge laboratorium. Perhatikan kembali FFB yang diterima. Bila unripe bunch > 10%, level air diatur 32 – 35%; bila unripe < 10%, level air 25 – 30%
  • Perhitungan dillution water : Throughput x %CO x %loose fruit
  • Perhatikan waste DCO pada unit vibrating, bila berlebihan periksa worm screw press
  • Periksa oil wet press cake tidak melebihi target. Bila melebihi, ukur cleareance screw dan wrm screw 3 – 5 mm normal.

Klarifikasi

  • Setel oil layer 20 – 30 cm untuk mendapat oil content di underflow < 8%
  • Temperatur clarifier 90 – 95 deg C untuk mempercepat pemisahan terhadap komposisi DCO sesuai sg-nya (oil, emulsi, water, solid)
  • Pastikan stirrer berputar untuk mempercepat pemisahan
  • Retention time yang baik 5 – 6 jam. Hindari recycling berlebihan untuk mengurangi emulsi yang dapat mengganggu pemisahan minyak
  • Kadar air dan kotoran < 1% dan 0,1 %.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: